Kepada Proletar
Kamerad!
Masih tersisakah satu satu kepal tapakmu
Seperti dulu?
Waktuku terhempas di bawah bendera ilusi
Selengking tangis bari di pangku bumi
Renyah renyah lalu mati
Bangkitkan kembali lorong lorong panjang
Tempat nasibku tertuju
Seperti dulu
Hunus kenangan dan gelagat angan di kunci penyaksian
Pada jerit jerit kelaparan di terik siang
Pada dayu dayu sendu di trotoar jalanan
Pada tangis tangis malang di kolong jembatan
Dari seribu juta nyawa dibalut lapar berkepanjangan
Seribu juta bocah tak berumah malang melintang mengisi kerongkongan
Karena seribu juta penguasa yang pandai bersandiwara di panggung keadilan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar